TUGAS LINGKUNGAN BISNIS 1 (PENDIRIAN APOTIK)

  TUGAS LINGKUNGAN BISNIS 1

PENDIRIAN APOTIK

 

 

DISUSUN OLEH:

MARIA L. KUMANIRENG

(2O11/20020/MAF)

 

 

 

 

Sekolah tinggi ilmu ekonomi

Isti ekatana upaweda

Yogyakarta

2012

 

 

 

 

 

                                                               

                                                               DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………….i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………………ii

BAB 1:

  PENDAHULUAN:

                   1.1.Latar Belakang……………………………………………………………………………………1

                  1.2.Tujuan……………………………………………………………………………………………..2

 BAB 11:

  PEMBAHASAN:

                    2.1.Pengelolaan Fungsi Apotek…………………………………………………………………3

                    2.2.Nama Apotek…………………………………………………………………………………..4

                    2.3.Alat Dan Perbekalan Farmasi………………………………………………………………5

                    2.4.Tenaga Kerja……………………………………………………………………………………6

                   2.5.Strategi Dan Inovasi…………………………………………………………………………..7

                   2.6.Study Kelayakan PendirianApotek………………………………………………………..8

BAB 111:

  PENUTUP:

              3.1.Kesimpulan………………………………………………………………………………………….9

 

              

 

KATA PENGANTAR

 

        Puji dan Syukur saya Panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas Berkat dan RahmatNya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik baiknya.

       Dalam makalah ini dibahas tentang”PENDIRIAN APOTEK”.saya juga menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan dalam pembuatan suatu makalah.Untuk itu saya mengharapkan saran dan kritik agar saya dapat menyempurnakan tugas makalah ini di masa yang akan datang.

        Dengan demikian, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarNya.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi semuanya dan dapat dijadikan pengetahuan.

 

                                                                                                

                                                                                                            Yogyakarta,01 November 2012

                                                                                                                                      Penulis

 

                                                                                                                           MARIA L. KUMANIRENG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                              BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1.Latar Belakang

Apotek adalah suatu tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Salah satu realisasi pembangunan dibidang farmasi oleh pemerintah dan swasta adalah dengan menyediakan sarana pelayanan kesehatan salah satunya adalah apotek.

Jadi apotek adalah suatu jenis bisnis eceran (retail) yang komoditasnya (barang yang diperdagangkan) terdiri dari perbekalan farmasi (obat dan bahan obat) dan perbekalan kesehatan (alat kesehatan). Sebagai perantara, apotek dapat mendistribusikan perbekalan farmasi dan perbekalan kesehatan dari supplier kepada konsumen, memiliki beberapa fungsi kegiatan yaitu : pembelian, gudang, pelayanan dan penjualan, keuangan, dan pembukuan, sehingga agar dapat di kelola dengan baik, maka seorang Apoteker Pengelola Apotek (APA) disamping ilmu kefarmasian yang telah dikuasai, juga diperlukan ilmu lainnya seperti ilmu Pemasaran (marketing) dan ilmu akuntansi (accounting). Apotek bukanlah suatu badan usaha yang semata-mata hanya mengejar keuntungan saja tetapi apotek mempunyai fungsi sosial yang menyediakan, menyimpan dan menyerahkan perbekalan farmasi yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya.

Apotek rakyat dibentuk untuk memperluas akses obat murah dan terjamin kepada masyarakat. Selain memperluas akses, apotek rakyat bertujuan untuk menertibkan peredaran obat-obat palsu dan ilegal, serta memberikan kesempatan pada apoteker untuk memberikan pelayanan kefarmasian.

Dalam upaya usaha untuk memajukan kesejahteraan umum yang berarti mewujudkan suatu tingkat kehidupan secara optimal, yang memenuhi kebutuhan manusia termasuk kesehatan, maka dibuatlah proposal pendirian Apotek Rakyat di desa Prawatasari yang diharapkan dapat menyebarkan obat secara merata sehingga akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan obat yang bermutu dengan harga yang terjangkau.

Dengan demikian, seorang (APA) dalam menjalankan profesi apotekernya di apotek tidak hanya pandai sebagai penanggung jawab teknis kefarmasian saja, melainkan juga dapat mengelola apotek sesuai dengan prinsip-prinsip bisnis tanpa memberikan keuntungan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan (stake holder) semata melainkan juga memiliki fungsi sosoial di masyarakat.

 

 

 

1.2. TUJUAN

Tujuan pendirian apotek antara lain :

1. Tempat pengabdian profesi apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.

2. Sarana farmasi yang melakukan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan penyerahan obat dan bahan obat.

3. Meningkatkan kesehatan masyarakat setempat khususnya dan masyarakat pada umumnya.

4. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional dalam praktek pengobatan sendiri (swamedikasi).

5. Memberikan keringanan biaya bagi rakyat kurang mampu di daerah desa Prawatasari dalam bentuk subsidi obat

                                                            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                             BAB 11

                                                       PEMBAHASAN

 

2.1.PENGELOLAAN FUNGSI APOTEK

 

Faktor yang harus diperhatikan dalam pendirian suatu apotek meliputi :

1. Pemilihan lokasi

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi apotek :

a. Letaknya strategis

b. Penduduk yang cukup padat

c. Daerah yang ramai

d. Dekat dengan tempat praktek dokter

e. Keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya.

2. Syarat pendirian apotek berdasar Kepmenkes meliputi :

a. Fotokopi SIK atau SP

b. Fotokopi KTP dan surat Pernyataan tempat tinggal secara nyata

c. Fotokopi denah bangunan surat yang menyatakan status bangunan dalam bentuk akte hak milik

d. Daftar Asisten Apoteker (AA) dengan mencantumkan nama, alamat, tanggal lulus dan SIK

e. Asli dan fotokopi daftar terperinci alat perlengkapan apotek

f. Surat Pernyataan APA tidak bekerja pada perusahaan farmasi dan tidak menjadi APA di Apotek lain

g. Asli dan fotokopi Surat Izin atas bagi PNS, anggota ABRI dan pegawai instansi pemerintah lainnya

h. Akte Perjanjian kerjasama APA dan PSA

i. Pernyataan PSA tidak terlibat pelanggaran PerUndang-Undangan farmasi.

P1bbaersyaratan Perizinan Pendirian Apotekpppp

 

 

 

Menurut KepMenKes RI No.1332/Menkes/SK/X/2002, disebutkan bahwa persyaratan-persyaratan apotek adalah sebagai berikut:

 

a).Untuk mendapatkan izin apotek, apoteker atau apoteker yang bekerjasama dengan pemilik sarana yang telah memenuhi persyaratan harus siap dengan tempat, perlengkapan termasuk sediaan farmasi dan perbekalan farmasi yang lain yang merupakan milik sendiri atau milik pihak lain.

 

       b).Sarana apotek dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan pelayanan komoditi yang lain   di luar se

c).Apotek dapat melakukan kegiatan pelayanan komoditi yang lain di luar sediaan farmasi.

Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam pendirian apotek adalah:

 

         a).Lokasi dan Tempat, Jarak antara apotek tidak lagi dipersyaratkan, namun sebaiknya tetap mempertimbangkan segi penyebaran dan pemerataan pelayanan kesehatan, jumlah penduduk, dan kemampuan daya beli penduduk di sekitar lokasi apotek, kesehatan lingkungan, keamanan dan mudah dijangkau masyarakat dengan kendaraan.

 

        b).Bangunan dan Kelengkapan, Bangunan apotek harus mempunyai luas dan memenuhi persyaratan yang cukup, serta memenuhi persyaratan teknis sehingga dapat menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi apotek serta memelihara mutu perbekalan kesehatan di bidang farmasi. Bangunan apotek sekurang-kurangnya terdiri dari : ruang tunggu, ruang administrasi dan ruang kerja apoteker, ruang penyimpanan obat, ruang peracikan dan penyerahan obat, tempat pencucian obat, kamar mandi dan toilet. Bangunan apotek juga harus dilengkapi dengan : Sumber air yang memenuhi syarat kesehatan, penerangan yang baik, Alat pemadam kebakaran yang befungsi baik, Ventilasi dan sistem sanitasi yang baik dan memenuhi syarat higienis, Papan nama yang memuat nama apotek, nama APA, nomor SIA, alamat apotek, nomor telepon apotek.

 

       c).Perlengkapan Apotek, Apotek harus memiliki perlengkapan, antara lain:

>.Alat pembuangan, pengolahan dan peracikan seperti timbangan, mortir, gelas ukur dll.

         >.Perlengkapan dan alat penyimpanan, dan perbekalan farmasi, seperti lemari obat dan lemari pendingin.

         >.Wadah pengemas dan pembungkus, etiket dan plastik pengemas.

>.Tempat penyimpanan khusus narkotika, psikotropika dan bahan beracun.

     >.Buku standar Farmakope Indonesia, ISO, MIMS, DPHO, serta kumpulan peraturan per-UU yang berhubungan dengan apotek.

>.Alat administrasi, seperti blanko pesanan obat, faktur, kwitansi, salinan resep dan lain-lain.

Prosedur perizinan apotek:

Untuk mendapatkan izin apotek, APA atau apoteker pengelola apotek yang bekerjasama dengan pemilik sarana harus siap dengan tempat, perlengkapan, termasuk sediaan farmasi dan perbekalan lainnya. Surat izin apotek (SIA) adalah surat yang diberikan Menteri Kesehatan RI kepada apoteker atau apoteker bekerjasama dengan pemilik sarana untuk membuka apotek di suatu tempat tertentu.
Wewenang pemberian SIA dilimpahkan oleh Menteri Kesehatan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota wajib melaporkan pelaksanaan pemberian izin, pembekuan izin, pencairan izin, dan pencabutan izin apotek sekali setahun kepada Menteri Kesehatan dan tembusan disampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi.

Sesuai dengan Keputusan MenKes RI No.1332/MenKes/SK/X/2002 Pasal 7 dan 9 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek, yaitu:

a).Permohonan izin apotek diajukan kepada Kepala Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

 

b).Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota selambat-lambatnya 6 hari setelah menerima permohonan dapat meminta bantuan teknis kepada Kepala Balai POM untuk melakukan pemeriksaan setempat terhadap kesiapan apotek untuk melakukan kegiatan.

 

c).Tim Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Kepala Balai POM selambat-lambatnya 6 hari kerja setelah permintaan bantuan teknis dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota melaporkan hasil pemeriksaan.

 

d).Dalam hal pemerikasaan dalam ayat (2) dan (3) tidak dilaksanakan, apoteker pemohon dapat membuat surat pernyataan siap melakukan kegiatan kepada Kepala Kantor Dinas Kesehatan setempat dengan tembusan kepada Kepala Dinas Propinsi.

 

e).Dalam jangka 12 hari kerja setelah diterima laporan pemeriksaan sebagaimana ayat (3) atau persyaratan ayat (4), Kepala Dinas Kesehatan setempat mengeluarkan surat izin apotek.

 

f).Dalam hasil pemerikasaan tim Dinas Kesehatan setempat atau Kepala Balai POM dimaksud (3) masih belum memenuhi syarat Kepala Dinas Kesehatan setempat dalam waktu 12 hari kerja mengeluarkan surat penundaan.

 

g).Terhadap surat penundaan sesuai dengan ayat (6), apoteker diberikan kesempatan untuk melengkapi persyaratan yang belum dipenuhi selambat-lambatnya dalam waktu satu bulan sejak tanggal surat penundaan.

 

h).Terhadap permohonan izin apotek bila tidak memenuhi persyaratan sesuai pasal (5) dan atau pasal (6), atau lokasi apotek tidak sesuai dengan permohonan, maka Kepala Dinas Kesehatan Dinas setempat dalam jangka waktu selambat-lambatnya 12 hari kerja wajib mengeluarkan surat penolakan disertai dengan alasan-alasannya.

 

 

2.2. NAMA APOTEK

 

Nama apotek yang didirikan adalah Apotek “PRAWATA FARMA” yang terletak di Jl. Slamet Riyadi No.20 desa prawatasari, Sukoharjo.

1. Apoteker Pengelola Apotek (APA), yang juga bertindak sebagai Pemilik Sarana Apotek I (PSA I)

Nama : Astri Kartika, S.Farm., Apt.

Alamat : Krapyak Rt.01/X prawatasari, Sukoharjo.

2. Pemilik Sarana Apotek II (PSA II)

Nama : Tejo Sutejo

Alamat : Jl. Slamet Riyadi No.20 prawatasari, Sukoharjo.

 

2.3. ALAT DAN PERBEKALAN FARMASI YANG DIPERLUKAN.

 

Alat dan perbekalan yang diperlukan untuk pendirian suatu apotek adalah   1. Bangunan, terdiri dari :

a. Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien

b. Tempat mendisplai informasi, brosur bagi pasien

c. Ruang tertutup untuk konseling

d. Ruang peracikan dan penyerahan obat

e. Toilet

2. Kelengkapan bangunan apotek

a. Sumber air

b. Sumber penerangan

c. Alat pemadam

d. Ventilasi

e. Sanitasi

f. Papan nama APA

g. Billboard nama apotek

3. Perlengkapan kerja

a. Alat pengolahan / peracikan :

1) Batang pengaduk

2) Cawan penguap

3) Corong

4) Gelas ukur, gelas piala

5) Kompor / pemanas

6) Labu Erlenmeyer

7) Mortir

8) Penangas air

9) Panci

10) Rak tempat pengering

11) Spatel logam / tanduk / gelas/ porselen

12) Thermometer

13) Timbangan milligram + anak timbangan (ditera)

14) Timbangan gram + anak timbangan (ditera)

b. Wadah

1) Pot / botol

2) Kertas perkamen

3) Klip dan kantong plastic

4) Etiket (biru dan putih)

c. Tempat penyimpanan

1) Lemari / rak obat

2) Lemari narkotika

3) Lemari psikotropika

4) Lemari bahan berbahaya

5) Kulkas

4. Perlengkapan Administrasi

a. Blanko surat pesanan

b. Blanko faktur penjualan

c. Blanko nota penjualan

d. Blanko salinan resep

e. Blanko laporan narkotika dan psikotropika

f. Buku catatan pembelian

g. Buku catatan penjualan

h. Buku catatan keuangan

i. Buku catatan narkotika dan psikotropika

j. Buku catatan racun dan bahan berbahaya

k. Kartu stok obat

5. Kelengkapan buku pedoman

a. Buku standar yang wajib :

1) Farmakope Indonesia edisi terakhir

2) Kumpulan peraturan / UU

b. Buku lainnya :

1) IMMS, ISO edisi terbaru

2) Pharmakologi dan terapi

2.4. TENAGA KERJA.

 

Selain Apoteker Pengelola Apotek, dibutuhkan beberapa tenaga kerja yaitu :

Asisten Apoteker : 2 orang

Tenaga administrasi / kasir / obat bebas : 1 orang

Pembantu umum : 1 orang

Masing-masing tenaga kerja mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang sesuai dengan peranannya di dalam apotek.

 

2.5. STRATEGI DAN INOVASI.

 

Dalam rangka mengembangkan usaha perapotekan ini diperlukan strategi inovasi khusus, sehingga nantinya diharapkan mampu mempertahankan eksistensi apotek PRAWATA FARMA dan mampu memajukan apotek dengan membuka cabang-cabang baru di daerah lain. Adapun strategi yang ditempuh antara lain :

1. Menyediakan jasa konseling secara gratis oleh APA.

2. Menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh pasien. Jika obat yang dibutuhkan pasien tidak ada maka berusaha mengambil di apotek lain, diusahakan agar pasien pulang mendapat obat yang diperlukan tanpa copie resep.

3. Monitoring pasien. Monitoring dilakukan terhadap pasien via telepon, terutama untuk pasien dengan penyakit kronis. Hal ini dilakukan untuk mengontrol keadaan pasien dan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap apotek.

4. Fasilitas yang menarik. Ruang tunggu dibuat senyaman mungkin dengan fasilitas AC, TV, tempat duduk yang nyaman, majalah kesehatan, Koran dan tabloid serta tempat parkir yang luas.

5. Kerjasama dengan praktek dokter

6. Menerima pelayanan resep dengan sistem antar jemput (dengan catatan masih dalam wilayah Kartasura)

7. Memberikan bantuan rakyat bagi masyrakat yang kurang mampu dalam bentuk subsidi obat serta bekerjasama dengan kelurahan setempat.

 

2.6. STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN APOTEK.

 

Modal diperoleh dari kerjasama :

I. Astri Kartika, S. Farm., Apt. Rp. 100.000.000;

II. Tejo Sutejo Rp. 100.000.000;

1. Modal

 

a. Modal tetap

Rp. 30.000.000;

– Perlengkapan penunjang

 

(Mebeler, kulkas)

 

– Perlengkapan apotek

Rp. 20.000.000;

– Biaya perizinan

Rp. 2.000.000;

– Kendaraan

Rp. 7.000.000;

b. Modal Operasional

Rp. 121.000.000;

Cadangan modal

Rp. 20.000.000; +

Total Modal

Rp. 200.000.000;

   

2. Rencana anggaran dan pendapatan tahun ke-1

 

a. Biaya rutin bulanan

 

1). Tenaga kerja

 

– Apoteker (1 orang)

Rp. 1.500.000;

– Asisten Apoteker (2 orang)

Rp. 1.000.000;

– Tenaga administrasi / penjualan bebas

Rp. 400.000;

– Pembantu umum

Rp. 300.000; +

 

Rp. 3.200.000;

   

2). Biaya lain-lain

 

– Administrasi

Rp. 500.000;

– Listrik, telepon

Rp. 600.000;

– Lain-lain

Rp. 800.000; +

 

Rp. 1.900.000;

   

b. Biaya rutin tahun ke-1

 

1). Biaya bulanan 12 x Rp. 5.100.000;

Rp. 61.200.000;

2). Tunjangan hari raya (1 bulan gaji)

Rp. 3.200.000; +

 

Rp. 64.400.000;

   

3. Proyeksi Pendapatan

 

a. Pendapatan tahun ke-1

 

Pada tahun pertama dipromosikan resep masuk 10 lembar / hari dengan

harga rata-rata perlembar diperkirakan Rp. 75.000; dengan demikian

akan diperoleh pendapatan pada tahun pertama sebagai berikut :

– Penjualan resep tahun I (10x25x12)xRp.75.000;

Rp. 225.000.000;

– Penjualan bebas 25x12xRp. 350.000;

Rp. 105.000.000;

– Penjualan lain (OWA) 25x12xRp. 100.000;

Rp. 30.000.000;+

Total

Rp. 360.000.000;

   

b. Pengeluaran tahun ke-1

 

– Pembelian obat resep

Rp. 100.000.000;

– Pembelian obat bebas

Rp. 50.000.000;

– Pembelian OWA

Rp. 40.000.000;

– Pengeluaran rutin tahun I

Rp. 70.000.000;+

Total

Rp. 260.000.000;

   

c. Perkiraan laba rugi tahun ke I

 

Pendapatan tahun I

Rp. 360.000.000;

Pengeluaran tahun I

Rp. 260.000.000; –

Laba sebelum pajak

Rp. 100.000.000;

Pajak pendapatan (10%)

Rp. 15.000.000; –

Laba netto

Rp. 85.000.000;

4. Perhitungan batas laba / rugi (BEP) tahun I

Pay back periode = 2, 3 tahun

a. ROI = 42.5%

b. BEP = 143.111.111 / tahun

= 11.925.925 / bulan

= 397.530 / hari

c. Prosentase BEP = 40.25 %

d. Kapasitas = 40.25% x ( 10x25x12 )

= 1207 lembar / tahun

= 100 lembar / bulan

= 4 lembar / hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 111

PENUTUP

 

Berdasarkan analisa situasi dan dengan memperhatikan studi kelayakannya, maka pendirian Apotek PRAWATA FARMA di desa Prawatasari, Sukoharjo mempunyai prospek yang cukup bagus, baik ditinjau dari segi pelayanan maupun usaha.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s