TUGAS LINGKUNGAN FARMASI

Indonesia Liberalisasi Industri Farmasi


       Indonesia akan memasuki liberalisasi industri farmasi, sesuai kesepakatan ASEAN, mulai 1 Januari 2008 sesaat setelah meratifikasi ketentuan mengenai cara pembuatan obat yang baik (CPOB, atau current Good Manufacturing  Practice c-GMP).

Investor asing dengan sigap sudah memaknai liberalisasi itu dengan menyatakan komitmen membangun industri besar obat-obatan di Indonesia. Peristiwa liberalisasi akan menandai dibukanya pasar farmasi Indonesia di lingkungan ASEAN. Negara Malaysia, Filipina, dan Thailand sudah lebih dahulu memulainya sejak 2006, sedangkan Laos, Kamboja, dan Myanmar baru tiba giliran tahun 2010.

       Sejumlah perusahaan farmasi asing yang sudah menyatakan komitmen membangun pabrik baru di Indonesia, bukanlah pemain lama asal Eropa atau Amerika. Tetapi, menurut sumber di International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG), mereka adalah Ranbaxy Laboratories (India), Dr Reddy’s Laboratories (India), Cipla (India), Nicolas Piramal (India), Aurobindo Pharma (India), SGS (Thailand) Smith Scientific (Hongkong), dan Medifarma (Filipina).

         Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Muhammad Lutfi, kepada Investor Daily (12/7) turut membenarkan terdapat 24 perusahaan  farmasi asing yang telah meregistrasi rencananya melakukan investasi dengan nilai total 537,8 juta dollar AS. Mereka ada yang turut menggandeng perusahaan lokal. Bahkan, hingga semester I 2006 sebanyak 19 perusahaan farmasi sudah merealisasikan investasi senilai 86,6 juta dolar AS.

Lokal Memperkuat Pasar
Kedatangan investor asing sebagai pemain baru di lingkungan industri farmasi nasional, akan menambah daftar panjang 33 perusahaan farmasi asing yang sudah terlebih dahulu berinvestasi.

Sehingga jika ditambah 4 BUMN, PMA dan PMDN maka saat ini jumlah total industri farmasi mencapai 198 perusahaan.  Sebanyak 60 perusahaan diantaranya berhasil menguasai pangsa pasar hingga 80%, sisanya 20% diperebutkan oleh 140 pabrik. 
Ini menunjukkan ketatnya peta persaingan industri farmasi lokal sebab hanya dikuasasi oleh sekelompok kecil pabrikan besar.

Ketatnya persaingan turut dirasakan oleh BUMN farmasi. Namun, Direktur Utama PT Indofarma Tbk, dan Direktur Keuangan PT Kimia Farma Tbk, Syamsul Arifin sepakat pabrikan farmasi lokal harus siap menyambut liberalisasi pasar obat pada 1 Januari 2008. Perusahaan lokal harus membuat strategi, termasuk melakukan konsolidasi untuk memperkuat pasar dari serbuan pemain regional ASEAN.

Kata keduanya, konsolidasi bisa berupa aliansi strategis dengan merger, atau mencari partner asing untuk membuat usaha patungan. Bisa juga membentuk perusahaan induk di antara sesama BUMN farmasi.

Investor asing terutama yang berskala raksasa tertarik memasuki pasar lokal Indonesia karena setiap tahun dapat bertumbuh 15 persen. Konsumsi obat per kapita pertahun warga Indonesia pun masih 8,8 dollar AS, bandingkan dengan Malaysia yang sudah 16 dolar AS perkapita per tahun. Ini mengindikasikan masih banyak pasar obat yang belum tergarap.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia, Budy IA Nataatmaja membeberkan angka pangsa pasar farmasi Indonesia tahun 2005 baru mencapai Rp 23 triliun. Itupun hanya diperebutkan oleh 20 pemain dominan. Sebanyak 25% pangsa pasar dikuasai pabrik farmasi asing, sisanya 75% dikuasai oleh pabrikan lokal. Am/HT (Berita Indonesia 18)


 No.  Perusahaan  Penjualan  (Rp Miliar)
                                          
1.  Sanbe Farma                        1.537
2.  Kalbe Farma                         1.223
3.  Dexa Medica                        1.153
4.  Tempo Scan                            947
5.  Bintang Toedjoe                     875
6.  Pfizer                                       762
7  Kimia Farma                           517
8.  Konimex                                 516
9.  Indofarma                              480
10.  Phapros                              468

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s